

Semarang, 5 Februari 2025 - Puluhan siswa mengikuti kegiatan kampanye urban farming yang diselenggarakan di lingkungan sekolah sebagai upaya menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan ketahanan pangan sejak usia dini. Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak mengenal teknik bercocok tanam di lahan terbatas dengan memanfaatkan media tanam sederhana, seperti botol plastik bekas dan polybag.
Kegiatan berlangsung secara interaktif, di mana para guru dan pendamping membagikan bibit tanaman serta memberikan edukasi mengenai cara menanam, merawat, hingga memanfaatkan hasil panen. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan dan secara langsung mempraktikkan penanaman bibit.
Melalui kampanye ini, diharapkan peserta didik semakin memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, mengurangi sampah plastik melalui pemanfaatan kembali barang bekas, serta membangun kebiasaan menanam sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan berkelanjutan. Program urban farming ini juga menjadi salah satu bentuk pendidikan karakter yang menanamkan nilai gotong royong, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan di lingkungan sekolah.